kepo production

ketika di masa lalu kamu pernah ngerasain yang namanya dikhianatin atau dibohongin dan efek ke kamunya sungguhlah ekstrim, bisa jadi kamu di masa sekarang jadi susah percaya sama orang lain.

contoh kasus :
- temen yang kamu curhatin tentang seseorang ternyata keceplosan ke seseorang itu tentang curhatan kamu
(ini rasanya kaya ke-gap ngegosip)
- kamu pacaran long distance lama, ternyata pacar long distance kamu jadian sama orang lain yang satu kota sama dia
(tusuk aja tusuuuk!)
- kamu tetep keukeuh pacaran long distance, meskipun restu keluarga masih lampu kuning. tapi tiba-tiba datanglah undangan perkawinan dari pacar long distance kamu itu dengan orang lain.
(nah kalau ini rasanya ngehe banget pasti. namanya juga ditinggal nikah)

pelan-pelan seiringnya waktu, kamu harus belajar mulai percaya lagi. ga harus semua orang, cukup segelintir. misalnya pacar kamu yang sekarang.

menurut saya, bersikap pengen tau/penasaran/kepo itu bagus, asalkan pada waktu, hal dan kadar yang tepat.

misalnya di kerjaan.
dengan kamu bersikap kepo, kamu terpacu ingin tahu detail kerjaan kamu sehingga bisa meningkatkan skill dan motivasi kamu. siapa tahu dengan begitu atasan kamu kasih kenaikan gaji.
bisa buat beli sepatu, baju, celana jins, makan di abuba atau holycow, casing handphone (lah banyak)

tapi kalau keponya sama pacar, diusahain jangan berlebihan.
kamu pengen tau dia lagi dimana, lagi ngapain dan sama siapa itu wajar. namanya juga pacar, perhatian-perhatian unyuk.
kalau kadarnya berlebihan, kamu dianggap posesif.

ketika keponya berlebihan, kamu bisa jadi nyakitin perasaan pacar kamu.
dia jawab ada dimana, lagi ngapain dan sama siapa dengan lengkap dan jelas. tapi kamu masih aja nanya-nanya aja, bisa bikin dia kesel karena ngerasa ga dipercaya.
rasanya orang tua dia ga segitu keponya ke anaknya sendiri.

coba balikin itu ke kamu. males juga kan ditanya-tanya kaya diinterogasi?

No comments:

Post a Comment